Senin, 03 April 2017

MAKNA TUJUAN MENGHADAP KIBLAT

Di era globalisasi ini seiring perkembangan zaman masih banyak orang yang belum memahami tentang Islam. Islam merupakan salah satu agama yang diturunkan oleh Tuhan (ALLAH) untuk manusia, dari zaman jahiliyah (zaman yang kacau balau / tidak beradab atau dapat dikatakan zaman manusia yang dikuasai oleh hawa nafsu) ke zaman terang benderang (zaman beradab atau dapat dikatakan zaman menuju kesucian diri) agar mereka memiliki tujuan hidup yang sesungguhnya. Dan Islam pun merupakan agama terakhir dan agama yang telah disempurnakan oleh Allah yang diturunkan kepada utusannya yaitu Nabi Muhammad s.a.w., seperti yang tertera dalam kitabnya (Al-Qur’an), yang merupakan rahmat bagi seluruh alam, karena menganjurkan kepada manusia untuk berbuat kebajikan, tidak hanya kepada manusia tetapi kepada makhluk lainnya dan benda-benda di sekitarnya (seluruh alam).

Dari pemahaman ini dapat dipahami bahwa Islam adalah satunya-satunya agama yang menjadi tujuan hidup atau pegangan hidup kita. Di dalam mempelajari Islam salah satunya terdapat rukun Islam, yaitu bersyahadat, mengerjakan shalat, menunaikan zakat, berpuasa dan berhaji (jikalau mampu). Khususnya shalat, banyak umat Islam yang belum memahami tentang shalat. Secara syari’at shalat adalah suatu ibadah wajib yang dilakukan sehari-semalam 5 waktu. Sedangkan secara hakekat shalat adalah menghadap jiwa kepada Allah SWT yang dapat menimbulkan rasa takut kepada Allah dan dapat menyadarkan jiwa terhadap kebesaran dan kekuasaan Allah dengan sepenuh hati, ketulusan hati dan keikhlasan .

Dalam mengerjakan shalat ada syarat yang harus dipenuhi, salah satunya adalah arah kiblat yaitu menghadap Ka’bah. Menghadap Ka’bah ketika shalat merupakan salah satu perintah Allah yang telah menjadi ketetapan dalam shalat setelah Nabi Muhammad SAW meminta kepada-Nya yang diperuntukan bagi beliau dan umatnya agar dalam beribadah memiliki patokan satu arah yang telah ditentukan dan tidak berpindah ke arah lain yang dapat menyebabkan kekacauan dan perpecahan umat, tetapi menghadap Ka’bah menjadi simbol persatuan dan tujuan hidup umat Islam, karena Ka’bah merupakan bangunan yang pertama kali didirikan di bumi untuk dijadikan sebagai tempat ibadah manusia.

Menghadap Ka’bah ini maksudnya bukan menyembah Ka’bah, akan tetapi merupakan suatu simbol keberadaan Allah (arah kiblat) yang telah ditetapkan-Nya bagi kiblatnya orang Islam, serta untuk membedakan kiblat umat Islam dengan kiblat umat lain.

Dari penjelasan-penjelasan, Kami yakin bahwa Anda telah memahami makna tujuan menghadap kiblat. Oleh karena itu Kami di http://gosign.co.id , memberikan solusi kepada Anda, agar Anda dapat mengetahui arah kiblat yang tepat, dan benar serta harganya pun terjangkau, maka kunjungilah Kami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar